Usaha Toko Kelontong

LAPORAN USAHA

“TOKO KELONTONG DIAN”

 

 

Disusun

Sebagai Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

 

Dosen penanggung jawab 

Dr. Agus Purwoko, S.Hut.,M.Si

 

Disusun Oleh

Nopita Lestari Hutauruk 

191201169 

Hut 2 B 

 

 

 

 

 

 

 

 

FAKULTAS KEHUTANAN 

JURUSAN KEHUTANAN 

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 

2020

 

 

 

 

Kata pengantar 

 

 

 

 

 

Puji serta syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Usaha mata kuliah “KEWIRAUSAHAAN”.

            Laporan ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Kewirausahaan yang wajib ditempuh sebagai bagian dari pembelajaran dari mata kuliah tersebut. Selanjutnya penulis menguncapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada bapak dosen pembimbing.

            Penulis menyadari dalam proposal ini masih begitu banyak kekurangan dan kesalahan baik dari isinya maupun struktur penulisannya, oleh karena itu sangat mengharapkan kritik dan saran positif untuk kemajuan dikemudian hari.

            Harapan penulis dengan adanya Laporan ini dapat menjadi sumber informasi, pengetahuan serta manfaat bagi penulis maupun pembaca. Demikian penulis ucapkan terima kasih kepada yang terkait.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                    Sidikalang ,  juni 2020 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR 

DAFTAR ISI 

ABSTRAK

BAB I

PENDAHULUAN 

1.1.Latar Belakang 

1.2.Visi dan Misi Usaha 

BAB II

PROFIL USAHA 

2.1.Deskripsi Usaha 

BAB III 

STRUKTUR ORGANISASI 

3.1.Nama dan Alamat Usaha 

3.2.Nama dan Alamat pemilik 

BAB IV 

PRODUK USAHA 

4.1.Fasilitas 

4.2. Aspek kelebihan Usaha 

4.3. Aspek Kekurangan Usaha 

4.4.Keuntungan

BAB V

5.1. Kiat kiat yang dapat diambil

5.2.Pendekatan/Inovasi 

BAB VI 

6.1. Rencana Keuangan 

BAB VII 

PENUTUP 

7.1. Kesimpulan 

7.2. Saran

BAB VIII

DAFTAR PUSTAKA 

LAMPIRAN 

Gambar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

 

Kewirausahaan (entrepreneurship) merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar , kiat , dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Jika dibandingkan dengan negara negara maju di dunia , jumlah wirausaha di Indonesia masih tergolong rendah .Kewirausahaan merupakan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam arti tingkat hidup yang lebih baik dan juga bermutu. Kewirausahaan sangat besar peranannya di dalam perkembangan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian mahasiswa diharapkan mampu untuk menjadi wirausahawan yang handal dan menciptakan wirausaha yang baik .

Zaman sekarang, untuk mendapatkan pekerjaan sangatlah sulit. Hal itu disebabkan karena kurangnya lapangan pekerjaan. Banyak orang yang menjadi pengangguran, bahkan yang sudah menjadi sarjana pun susah(sulit)  untuk mendapatkan pekerjaan. Membuka toko kelontong merupakan alternatif ya kong tepat karena membuka usaha bisnis toko kelontong adalah pilihan yang hampir tidak mengandung resiko tinggi, di karenakan kebutuhan akan bahan pokok atau sembako manusia akan semakin meningkat dan tidak pernah kurang. Untuk itu saya membahas tentang usaha ini, yang tentu bisa menjamin akan kelangsungan hidup yang baik.

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1 

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.

Kewirausahaan merupakan kegiatan untuk meningkatkan  kesejahteraan rakyat dalam arti tingkat hidup yang lebih baik dan bermutu. Kewirausahaan sangat besar   peranannya di dalam perkembangan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, peran mahasiswa, khususnya mahasiswa manajemen sangat besar maknanya bagi pengembangan ekonomi nasional. Dengan demikian seharusnya mahasiswa manajemen lebih memiliki  niat untuk menjalankan bisnis dengan kemadirian tinggi. (Tjahjono, 2008).

Wirausahawan berbeda dengan manajer. Seorang manajer bisa menjalankan usah milik orang lain dan mengolah sumber daya orang lain. Namun seorang wirausaha mempertaruhkan sumber dayanya sendiri dan mengambil risiko pribadi demi keberhasilan atau bahkan kegagalan dari usaha yang dijalaninya. Manajer juga mengurusi koordinasi proses produksi yang sudah berjalan. Sementar menurut Paul H. wilken, kewirausahaan adalah “Fenomena yang terputus-putus, muncul untuk mengawali perubahan dalam proses produksi dan kemudian hilang sampai muncul lagi untuk mengawali perubahan yang lain.

Salah satu perbedaan mencolok antara para wirausahawan dengan  para pekerja adalah wirausahawan selalu berpikir untuk menciptakan bisnis (business cretion) sementara para pekerja berpikir mencari pekerjaan. Para wirausahawan ini sangat bersemangat bila diajak berbicara tentang penciptaan bisnis dan gagasan bisnis baru.

Peran kewirausahaan telah teruji dengan adanya krisis ekonomi yang  melanda bangsa Indonesia. Kewirausahaan yang berbasis pada ekonomi rakyat ternyata mampu bertahan dalam situasi yang sulit. Untuk itu perguruan tinggi sebagai lembaga yang menjadi  salah satu panutan masyarakat dapat mendorong budaya berwirausaha. Perguruan tinggi diharapkan juga mampu menciptakan wirausahawan-wirausahawan yang handal, sehingga mampu meberi dorongan niat masyarakat khususnya mahasiswa untuk berwirausaha. Mahasiswa sebagai komponen masyarakat yang terdidik, sebagai harapan masyarakat dapat membuka lapangan kerja, dengan menumbuhkan niat berwirausaha.  (Tjahjono, 2008)

Seperti yang telah dijelaskan, tentu menjadikan para mahasiswa berani  mengambil keputusan untuk berwirausaha. Bagi banyak orang, keputusan berwirausaha merupakan perilaku dengan keterlibatan tinggi (high  involvement) karena dalam mengambil keputusan akan melibatkan faktor internal seperti kepribadian, persepsi, motivasi, pembelajaran (sikap), faktor eksternal seperti keluarga, teman, tetangga dan lain sebagainya (norma subyektif). Kemudian mengukur kontrol keperilakuan yang dirasakan (perceived control behavior) yaitu suatu kondisi bahwa orang percaya tindakan itu mudah atau sulit untuk dilakukan dengan memahami berbagai risiko atau rintangan-rintangan yang ada apabila mengambil tindakan tersebut. (Tjahjono, 2008:2)

Di  samping  itu, menurut  pengamat aktivitas  kewirausahaan (Entrepreneurial activity) yang relatif masih rendah. Entrepreneurial activity diterjemahkan  sebagai individu aktif dalam memulai bisnis baru dan dinyatakan dalam persen total penduduk aktif bekerja. Semakin rendah indek entrepreneurial activity maka semakin rendah level entrepreneurship suatu negara, dan dampaknya pada tingginya  pengangguran. Kondisi di atas mengisaratkan betapa masalah pengangguran menjadi masalah yang sangat serius.

Pendidikan  harus dijalankan  dengan kreatif. Pendidikan kewirausahaan harusnya membekali mahasiswa untuk mandiri dan tidak berorientasi menjadi pencari kerja ketika yang bersangkutan menyelesaikan studinya. Hal ini menurut  Sadino (2008) dalam Siswoyo (2009: 115) mengatakan sebagai dampak dari sistem pendidikan Indonesia yang kebanyakan masih menggunakan prinsip belajar untuk tahu, bukan untuk melakukan sesuatu.

Fenomena di atas seharusnya dapat dijadikan bahan pemikiran, bagaimana  agar dapat menciptakan lapangan kerja baru yang dapat menampung karyawan, tidak  lagi berpikir untuk mempersiapkan diri menjadi calon karyawan yang mencari pekerjaan, terutama bagi individu yang terdidik, misalnya mahasiswa.

 Zaman sekarang, untuk mendapatkan pekerjaan sangatlah sulit. Hal itu disebabkan karena kurangnya lapangan pekerjaan. Banyak orang yang menjadi pengangguran, bahkan yang sudah menjadi sarjanapun susah untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk menghindari hal tersebut, maka saya membuat laporan ini. Itu alasan pertama.

Membuka toko kelontong merupakan alternatif yang tepat karena membuka usaha  bisnis toko kelontong adalah pilihan yang hampir tidak mengandung resiko tinggi, di karenakan kebutuhan akan bahan pokok atau sembako manusia akan semakin meningkat dan tidak pernah kurang. Meskipun sudah banyak toko-toko kelontong yang muncul akhir-akhir ini, namun kita tidak boleh takut untuk membuka suatu usaha. Menurut saya, asalkan ramah dalam pelayanan dan harus sedikit murah dari toko-toko lain dalam menjual aneka kebutuhan bahan pokok . 

Toko kelontong menjula berbagai jenis barang yang tentunya memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan  sehari hari . Contoh kelontong yangd ijual adalah seperti alat tulis , sembako , peralatan mencuci dan mandi ,jajanan dann makanan ringan , minuman , perlengkapan rumah tangga, obat obatan, gas elpiji , dan lain lain . Hal Yang dibutuhkan dalam berusaha adalah keberanian dan keuletan, serta kualitas dari barang-barang yang di jual.

 

 

 

 

 

 

 

WAWANCARA DENGAN PEMILIK : 

Wawancara: Selamat pagi bu 

Narasumber( pemilik):Selamat pagi nak 

Wawancara: Maaf menganggu waktunya sebentar, perkenalkan saya Nopita Lestari Hutauruk dari Universitas Sumatera Utara meminta izizn untuk mewawancarai toko kelontong ibu dikarenakan ada tugas dari kampus . Apakah ibu bersedia ?

Narasumber( pemilik): Ya ,silahkan

Wawancara: Siapa pendiri toko ini bu?

Narasumber( pemilik): Ya , saya sendiri 

Wawancara: Siapa nama ibu 

Narasumber( pemilik):Nama ibu Nurlela 

Wawancara: Apa saja yang ibu jual di toko ini bu ?

Narasumber( pemilik):Saya menjual berbagai macam barang diantaranya ada sembako , makanan ringan , es krim , minuman , dan alat alat tulis.

Wawancara: Apa yang ibu lakukan dalam menjamin kepuasan pelanggan ?

Narasumber( pemilik): Yang ibu lakukan adalah tentunya menjual barang barang yang berkualitas 

Wawancara: Hambatan apa saja yang pernah ibu alami selama menjalankan usaha ini bu?

Narasumber( pemilik): Ketika terjadi penurunan tingkat ingin membeli/komsumsi pelanggan terutama pada saat ini (adanya covid-19)

Wawancara: Strategi apa yang ibu lakukan dalam membangus bisnis seperti ini ?

Narasumber( pemilik): Dengan cara memfokuskan harga barang yang tentunya berkualitas namun tetap bisa dibeli oleh konsumen dan tentunya juga menguntungkan.

Wawancara:Berapa keuntungan yang dapat ibu ambil setiap bulannya ? 

Narasumber( pemilik): Sekitar 20% bahkan terkadang lebih 

Wawancara: Apa yang menginsipirasi ibu sehingga membuka bisnis seperti ini?

Narasumber( pemilik):Karena saya memang memiliki bakat dalam berbisnis dan juga melihat peluang yang cukup besar untuk melakukan bisnis ini .

Wawancara: Apa yang ibu lakukan dalam memajukan bisnis ini?

Narasumber( pemilik):Tentunya dengan cara mempertahankan kualitas barang yang saya jual 

Wawancara: ohh begitu ya bu . Demikian bu wawancara nya , terimakasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan . Terimakasih , selamat pagi bu 

Narasumber( pemilik):Iya ,Sama sama nak .

 

 

 

 

 

 

 

1.2 VISI DAN MISI

VISI

1. Dapat mengembangkan usaha ini, hingga dapat membuka sebuah toko yang dapat berjalan dengan baik dan lancer.

2. Menjadikan toko yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada konsumennya serta memberikan pelayanan kepuasan yang lebih bagi pelanggannya.

3. Menjadikan toko kelontong ini tidak kalah hebatnya dengan toko-toko kelontong lainnya.

 

Misi

1. Dapat diterima dengan baik oleh masyarakat

2.  Mendapatkan kepuasan dari masyarakat.

3.  Memperoleh keuntungan sesuai dengan usaha yang telah diberikan     

4.  Berusaha memberikan kepuasan sebaik-baiknya kepada konsumen

Adapun tujuan utama dari membuka usaha kelontong ini yaitu untuk melatih diri                                                 dalam membuat usaha sendiri kedepannya dan menambah pengalaman untuk usaha kecil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PROFIL USAHA 

2.1 Deskripsi usaha 

            Penulis membuat laporan usaha kecil menengah yang bernama “ Toko Kelontong DIAN“ yang berdiri di Jln Tigalingga , Sipoltong ( Dairi ). Toko DIAN ini berdiri dalam bidang penjualan, penjualan ecer maupun grosir.

                  Lokasi usaha ini sangat strategis untuk dijangkau dari arah manapun, karena bertepatan diantara dua arah jalan besar. Banyak dilalui kendaraan umum maupun pribadi, bukan hanya itu saja tempat penusaha kelontong ini mendirikan usaha juga dikarenakan tempatnya dan lokasinya aman dan nyaman.

                  Dengan lokasi yang sangat strategis itu akan banyak mendatangkan konsumen. Karena jangkauannya lebih cepat,  penulis dan tidak mau mengecewakan konsumen.

               Usaha ini  menyedikan fasilitas yang membuat konsumen nyaman dan selalu datang ke “ Toko DIAN ” adalah tempat parkir yang luas aman dan nyaman , ada tempat duduk untuk bersantai.

Konsumen akan dilayani langsung oleh  pengusaha itu sendiri dan dibantu dengan  anak anaknya buka senin- sabtu pukul 07.00 wib dan tutup pukul 21. 30  wib dan minggu pukul 17.00 wib dan tutup pukul 21.15 wib ,“Toko Kelontong DIAN” selalu mengutamakan kepuasan konsumen agar selalu datang ke “Toko Kelontong DIAN ”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRUKTUR ORGANISASI

3.1. Nama usaha

    Nama Usaha   : Toko Kelontong DIAN

    Alamat usaha  : Jln. Tigalingga , Sipoltong

       

3.2. Nama pemilik

            Nama Pemilik             : Nurlena Simangunsong

            Alamat Pemilik           : Sipoltong

            Pendidikan Terakhir    : SMA

 

Toko Kelontong  DIAN ini memiliki 2 orang anak yang berperan di dalam nya satu diantaranya adalah sebagai bertugas di bagian kasir dan satu lagi berperan untuk mengantar barang seperti galon ataupun barang barang lainnya . 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV 

PRODUK USAHA

4.1 Fasilitas 

Fasilitas yang ada di “ Toko DIAN“ sebagai berikut :

    1.Tempat parker cukup luas

    2.Tempat duduk santai

 

4.2 Kelebihan 

     Adapun kelebihan – kelebihan usaha sebagai berikut :

·         Produk sembako merupakan produk yang pasti selalu dibutuhkan oleh semua orang.  Sehingga tidak perlu khawatir soal ada atau tidak yang membutuhkan sembako. Selain itu barang yang di jual pun sesuai juga dengan kebutuhan atau yang diperlukan masyarakat.

·         Tempat yang strategis sehingga memungkinkan orang-orang untuk melihat  dan mudah untuk berbelanja di tempat ini 

·         Produk yang kami hasilkan ini dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama.

·         Walaupun terkadang harga bahan bahan pokok naik, tak menjadi masalah karena bahan pokok sangat dibutuhkandan dengan demikian mengaharuskan masyarakat untuk membeli.

·         Pelayanan yang diberikan sangat baik dan ramah dibandingkan usaha kelontong lainnya, sehingga orang lebih suka berbelanja ke tempat ini. 

 

4.3 Kekurangan 

Adapun kekurangan di dalam usaha yaitu :

·         Jika melakukan kesalahan dalam pelayanan misalnya dalam melayani atau memberikan apa yang dibutuhkan terhadap konsumen dapat menghilangkan kepercayaan pelanggan. Membuat para pelanggan akan pindah ke toko lainnya .

·         Banyak yang membuka usaha kelontong dan jaraknya juga tidak berjauhaan dengan usaha kelontong lainnya sehingga banyak persaingan yang terjadi , apalagi masalah perbedaan harga yang hanya sedikit dapat menurunkan pelanggan.

 

KEUNTUNGAN :

·         Prospek dan peluangnya cukup besar untuk dikembangkan karena semua orang membutuhkan bahan-bahan pokok seperti beras, gula, minyak, dan telur serta bahan bahan lainnya .

·         Memberikan keuntungan yang cukup.

 

 

 

 

 

 

BAB V

 

5.1. KIAT KIAT YANG DAPAT DIAMBIL 

  1. Selalu yakin dan bekerja keras dalam mengembangkan usaha yang telah dijalankan walaupun terkadang selalu ada tantangan yang harus dihadapi.

  2. Berani dalam mengambil resiko untuk sesuatu yang baru / ketika ingin mengembangkan usaha tersebut. 

  3. Berpikir positif dan focus , walaupun terkadang banyak saingan seperti usaha kelontong lain . Namun  harus tetap berpikir positif bahwa rejeki sudah diatur kita hanya perlu menyikapinya dengan baik dan tidak mudah iri(harus menerima kekurangan kita dalam berwirausaha).

  4. Mampu menerima kritikan dari konsumen atau pembeli tentang barang yang dijual atapun pelayanan kita terhadap konsumen. Karena hal ini sangat mempengaruhi dalam berwirausaha 

  5. Selalu mengutamakan kualitas barang , karena ketika kualitas barang kita bagus maka konsumen akan bisa merasakan dan menjadi tetap berbelanja pada toko /usaha kita . 

 

5.2. PENDEKATAN/INOVASI DALAM MENGHADAPI COVID -19

Pemasaran yang dilakukan 

  1. Dalam tugas ini gambaran sebuah usaha yang dijalankan adalah sebuah toko kelontongan atau sembako yanag mana di dalamnya terdapat kebutuhan atau perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat dalam kegiatan setiap harinya baik berupa makanan atau pun barang kebutuhan sehari-hari.

  2. Toko  DIAN mempunyai banyak kelebihan dibandingkan toko – toko lain tempat santai yang nyaman dan aman. Produk yang dijual lebih banyak dibandingkan dengan toko – toko lainnya. Hal ini mengakibatkan barang barang nya lebih banyak laku sehingga mendapatkan keuntungan yang besar pula . 

  3. Melakukan pengantaran barang barang atau kebutuhan masyarakat dengan cara mengantar ke konsumen (pembeli) . Dan tentunya dengan menggunakan keamanan yang tepat seperti menggunakan  masker dan sarung tangan agar barang yang diserahkan tetap aman dan bersih.

  4. Melakukan pelayanan dengan baik seperti menjaga komunikasi walaupun di tengah pandemi .

 

 

 

 

 

 

BAB VI

KEUANGAN 

 

6.1 KEUANGAN

            PRODUK YANG DIPASARKAN

  • Beras @2 karung x Rp.300.000                    : Rp.700.000,00

  • Indomie @7 dus x Rp.40.000                        : Rp.280.000,00

  • Telor @ 2 peti  x Rp.200.000                        : Rp.400.000,00

  • Gula @1 karung x Rp.160.000                      : Rp.160.000,00

  • Tepung terigu @1 karung x Rp.100.000       : Rp.100.000,00

  • Minyak goreng @1 dirigen x Rp.150.000     : Rp.150.000,00

  • Sabun mandi @5 pack x Rp.10.000              : Rp. 50.000,00

  • Shampo @4 pack x Rp.10.000                      : Rp. 40.000,00        

  • Pasta gigi @ 4 pack x Rp.10.000                   : Rp. 40.000,00

  •  Makanan ringan @ 5 dos x Rp. 50.000         : Rp. 250.000,00

  • Minuman ringan @ 2 dos x Rp 60.000          : Rp. 120.000,00   +

  Laba kotor sebulan                                                  Rp. 2.290.000,00

  ·         Tagihan listrik                                          : Rp.    300.000,00    +

                                                                               Rp.  300.000,00    -

 

Jadi, Laba bersih perbulan adalah                                 Rp. 1.990.000,00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VII

 

7.1 KESIMPULAN

    Toko atau ,edai adalah sebuah tempat tertutup yang di dalamnya terjadi kegiatan perdangangan dengan jenis benda atau barang yang khusus misalnya toku buku , toko buah dan lain lain . Membuka toko adalah salah satu bisnis yang paling banyak diminati oleh para wirausaha , karena toko banyak di kunjungi para konsumen terutama untuk membeli kebutuhan sehari hari.Baik toko tersebut dalam skala besar atau kecil . Dengan wirausaha seperti usaha kelontong bahwa dalam membuat suatu modal usaha sendiri memerlukan pengorbanan yang cukup besar , selain itu modal yang tidak sedikit dan pengalaman yang baru dalam membuat suatu usaha yang dimana banyak tantangan dan hambatan yang dirasakan oleh pengusaha kelonton tersebut . Dan tidak hanya itu dibutuhkan kesabaran dalam mengembangkan suatu usaha yang telah dijalankan , serta dibuthkan prinsip tidak mudah menyerah dan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk pelanggannya . 

 

7.2 SARAN

  1. Harus siap dengan modal yang besar : usaha warung kelontong adalah usaha yang membutuhkan modal yang besar 

  2. Lokasi juga menentukan karena lokasi yang strategis tentu memudahkan para konsumen dalam berbelanja 

  3. Melengkapi barang barang yang dibutuhkan oleh konsumen baik itu seperti sembako.

  4. Harus peka terhadap kebutuhan konsumen serta pelayanan yang baik tentu akan mempengaruhi dalam menjalankan usaha ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VIII

Daftar Pustaka

Marjohan, Memaksimalkan Potensi Diri Melalui Pendidikan, Yogyakarta : Bahtera Buku, 2010.

Masykur Wiratmo, Pengantar Kewiraswastaan Kerangka Dasar Memasuki Dunia Bisnis, BPFE .     UGM Yogyakarta, edisi Pertama;

Tjahjono, H.K.,dan Ardi, H. (2008). Kajian niat mahasiswa manajemen Universitas     Muhammadiyah Yogyakarta untuk menjadi wirausaha. Utilitas Jurnal Manajemen dan     Bisnis, 16, 46-63.

Wibowo Agus,  Pendidikan Kewirausahaan, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2011.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN 

 

 

GAMBAR TOKO KELONTONG

 

 

GAMBAR TEMPAT DUDUK(FASILITAS YANG ADA)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

         

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

laporan kewirausahaan